Selasa, 12 September 2017

Beberapa hal yang perlu dketahui untuk Mencegah Stunting



Oleh Lilih Muflihah


Tabik pun,

Pagi yang indah di hari Selasa, tanggal 12 September 2017, Direktorat Kemitraan Komunikasi Kementrian Komunikasi dan Informasi mengadakan acara yang keren banget, dengan tema “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam Penurunan Prevalensi Stunting.” Bahagia sekali saya bisa mengambil bagian di acara ini. Saya senang karena banyak pengetahuan yang saya dapatkan dan dengan senang hati saya bagikan. Simak ya.

Berawal dari info di WA Tapis Blogger, saya sangat antusias untuk ikut acara ini. Saya sangat penasaran dengan tema yang diambil. Stunting itu apa? Dalam pikiran saya saat itu. Yah saya akui memang saya agak sedikit kudet, yang saya tahu stuntman. Hehe… Selain itu saya juga penasaran dengan Mba Mira Sahid. Merupakan suatu kebahagiaan bagi saya bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang selama ini hanya saya lihat di dunia maya.



Acara Pembukaan

Peran Pemerintah Mengurangi Risiko Stunting pada Balita

Apa itu Stunting?

Dr. Marina, dalam acara tersebut mengatakan bahwa stunting merupakan pertumbuhan yg tidak sesuai, tinggi badan anak tidak sesuai dengan umur pertumbuhannya. Bukan faktor genetik tapi berhubungan dengan gizi.

Mengapa Bisa seorang anak dalam kategori Stunting?

Menurut dr. Marina, pola makan menentukan anak akan menjadi stunting atau tidak. Bukan banyaknya makanan yang masuk ke tubuh anak namun yang penting jumlah asupan gizi anak yang sesuai dengan kebutuhannya. Mulai dari dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun jika tidak diperhatikan asupan gizinya akan berdampak pada stunting. Anemia ternyata juga pemicu stunting lo. Seseorang yang terkena anemia menunjukkan asupan gizinya kurang.

Apa dampaknya?

Dampaknya anak yang stunting, cendrung bodoh. Tapi bukan berarti semua orang yang pendek itu bodoh, misalnya B.J. Habibi, beliau pendek karena faktor genetik, atau Ucok Baba, tubuh cebolnya disebabkan kelainan tulang. Selain itu penyakit diabetes, hipertensi, atau kolesterol bisa terjangkit di usia yang masih muda.

Bagaimana cara mengatasinya?

  1. Pola hidup sehat yang paling penting.
  2. Anak adalah asset bangsa sehingga harus diperhatikan sejak sebelum dia lahir.
  3. Remaja putri perlu di anemia berikan vitamin penambah darah.
  4. Saat hamil ibu harus memperhatikan asupan gizinya apalagi saat tri semester pertama yang sering sekali ibu mual, sehingga ibu tidak mau makan. Otomatis berpengaruh pada gizi janin.
  5. Saat dia lahir. Lakukan inisasi menyusui dini, agar ikatan anak dan ibu terbentuk. Berikan ASI, dan MPASI yang seimbang setelah anak berusia 6 Bulan.

Catatan penting:

  • Keterpenuhan gizi tidak dipengaruhi oleh ekonomi
  • Cara memantau pertumbuhan . Memantau di Posyandu atau diawali di rumah dengan menimbang dan mengukur tinggi badan anak secara berkala, jika pertumbuhan anak tidak sesuai umurnya segera konsultasikan ke dokter.


Nah itu beberapa hal yang penting banget untuk diketahui. Nah bagaimana dengan materi yang disampaikan mba Mira Sahid tentang blog? Penasaran kan? Nantikan tulisan selanjutnya ya. berhubung keterbatasan waktu dan tulisan ini diikutkan lomba.

Nah ini sebagian pesertanya. Keren kan?
Nantikan cerita selanjutnya dari acara Flash Blogging ini.




#LombaNgeblog
#TemuBlogger
Wilayah Lampung
#FlashBlogging

@kemkominfo
@djikp




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Beberapa hal yang perlu dketahui untuk Mencegah Stunting

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun, Pagi yang indah di hari Selasa, tanggal 12 September 2017, Direktorat Kemitraan Komunikasi K...