Jumat, 04 Agustus 2017

About Me

Saya Lilih Muflihah. Saya pernah penasaran dengan arti nama saya. Meskipun ada orang yang bilang apalah arti sebuah nama, bagi saya penting untuk mengetahui arti nama. Kemudian saya bertanya pada ayah saya yang kini sudah tiada. Ayah bilang, nama saya merupakan pemberian dari kakek, ayah, dan ibu. Ayah tidak menjelaskan secara spesifik apa arti kata Lilih. Beliau hanya bercerita bahwa dulu, saya hendak diberi nama Laili Muflihah tapi karena nama Laili yang berarti malam, sudah banyak digunakan akhirnya diganti menjadi Lili yang berarti bunga. Supaya namanya pas, jadilah Lilih Muflihah. Saya lupa bertanya lebih lanjut tentang kisah pemberian nama ini tapi menurut praduga saya, karena kakek adalah orang Sunda maka penambahan huruf H dalam kata Lili menjadi senada dengan Muflihah. Bisa dicek nama-nama orang Sunda misalnya Eha Soleha, Yayat Suhayat, Yana Sunarya, Engkos Koswara, dan sebagainya. Sementara kata Muflihah berasal dari Bahasa arab yang berarti beruntung. Kelahiran saya bisa dibilang merupakan keberuntungan karena selama hamil, ibu saya suka sakit-sakitan dan sebelumnya ibu saya pernah megalami keguguran. Kata ibu, saya lahir sebesar botol kecap, 2 kg saja. Ah jangan bandingkan dengan sekarang ya. Hehe…

Kehidupan saya penuh dengan cerita. Kadang saya suka bertanya sendiri, mengapa ada orang yang hidupnya tampak seperti melewati jalan yang begitu lurus tanpa hambatan. Sementara jalan yang saya lalui tampak berkelok, berbelok, menanjak, dan menurun. Saya kuliah di jurusan yang tidak saya kehendaki namun nyatanya saya melanjutkan S2 dan menjadi dosen di jurusan tersebut. Saya menikah di usia awal kepala tiga, bisa dihitung berapa lama saya menerima pertanyaan dan sindiran tentang menikah dan bayangkan bagaimana rasanya. Meski demikian, saya merasa sangat beruntung karena dilahirkan, dirawat, dan dibesarkan oleh ayah ibu yang menyayangi saya. Saya juga beruntung memiliki suami yang mau belajar untuk mengerti diri saya. Dan nikmat yang begitu indah adalah saat saya melahirkan anak-anak saya ke dunia.

Sejak sekolah dasar, saya memang aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. Saat SD dan SMP saya sering ikut Pramuka, ikut lomba baris berbaris, lomba upacara, dan sebagainya. Saat SMA saya ikut Rohis, jelas saya ingin mempertegas lagi bahwa anak rohis bukan teroris. Saya mendapatkan banyak teman, ilmu, dan pengalaman di Rohis. Kemudian saat kuliah saya aktif di organisasi tingkat fakultas dan universitas. Oh ya, saya punya cerita lucu. Pernah saya menghadiri sebuah acara mewakili Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas. Di acara itu pesertanya dari berbagai organisasi mahasiswa, dan universitas. Ada salah seorang peserta yang mempertanyakan saya, kok bisa masuk jadi anggota BEM. Ulala… Saya sih tak asing kalau ada orang yang meragukan saya. Setelahnya, saya juga diragukan sebagai alumni sekolah terfavorit se-provinsi. Mungkin orang melihat dari sisi pendiamnya saya. Hehe… Selain itu, organisasi yang sampai hari ini masih saya ikuti adalah Forum Lingkar Pena (FLP), sebuah organisasi kepenulisan. Di sinilah saya kenal banyak orang terkenal yang menginspirasi saya.

Nah, awal kenal blog juga karena ikut-ikutan teman-teman FLP yang bikin blog untuk sarana menulis. Blog saya yang dulu isinya kebanyakan tentang curhatan. Saya hanya tahu blog itu tempat menerbitkan tulisan, agar yang membaca tulisan kita lebih banyak. Pernah tahu kalau blog itu bisa menghasilkan uang lewat judul-judul buku yang saya temukan di toko buku tapi dulu saya abaikan. Kini saya mulai menghidupkan kembali blog ini. Saya mulai menulis dengan lebih serius, saya juga mulai mencari tahu bagaimana menghias blog agar tampilannya enak dilihat, saya mulai belajar bagaimana merawat dan mengembangkan blog ini agar lebih baik dan menghasilkan. Saya sudah memutuskan untuk memilih niche lifestyle dengan tulisan-tulisan yang menginspirasi dan memotivasi.

Niat saya masih sama, menulis untuk perubahan. Jika bukan kita siapa lagi, jika bukan sekarang kapan lagi. Perubahan dunia yang semakin pesat yang dibarengi dengan kemajuan teknologi yang terus-menerus membuat kita harus lebih banyak berbuat. Jika tidak bisa menyampaikan secara lisan, semoga untaian kata dan makna yang terjalin dalam blog ini bisa membantu orang lain untuk mendapatkan solusi, inspirasi, dan motivasi.

Melalui blog ini saya juga menerima penawaran kerjasama dalam bentuk giveaway, penulisan artikel sponsor, job review, dan lain-lain. Silakan menghubungi saya.

Akun Facebook        : Lilih Muflihah
Twitter                       : @UmmiLilih 
IG                              : @ummi_lilihmuflihah
Email                        : ummi.lilihmuflihah@gmail.com


 Terima kasih sudah berkunjung

2 komentar:

  1. Suka deh baca ceritanya, semangat terus ngeblognya Bu dosen, semoga bermanfaat isi blognya dan sukses

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...