Sabtu, 29 Juli 2017

3 Cara Mengatasi Masalah Kesehatan dan Keselamatan pada Anak

Tabik pun,

Setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai hari anak nasional. Berbagai masalah yang kerap terjadi pada anak tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Pemerintah, masyarakat, dan pihak lainnya sudah seharusnya saling bersinergi untuk menjaga anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa. Banyak kasus yang menyangkut masalah anak, mulai dari kekerasan pada anak sampai pada perdagangan anak. Merujuk pada berita republika online, disebutkan bahwa data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen. PPPA) menyebutkan jumlah kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak selama kurun waktu lima tahun terakhir sejak 2012 meningkat dari 18.718 menjadi 54.041 kasus pada Juni 2017 (http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/
17/07/07/ospj5j-jumlah-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-meningkat). Dari data tersebut kita bisa melihat bahwa anak tak luput dari objek kekerasan. Bahkan bentuk kekerasan terhadap anak pun banyak ragamnya. Dan yang mengerikan terkadang kekerasan yang terjadi dilakukan oleh orang terdekat anak. Semoga Allah melindungi anak-anak kita dan menjaga sikap kita sebagai orang tua atau orang dewasa yang bersama dengan anak-anak agar bisa menjaga dan merawat mereka dengan baik. Amin.


Sumber foto: instagram @ummi_lilihmuflihah
Tak dapat disangkal bahwa anak adalah anugerah dari Allah. Banyak orang berharap dikarunia anak, namun tak sedikit orang yang menyia-nyiakan anak. Sedih saat mendengar curahan hati sepasang suami istri yang sangat mendamba seorang anak. Mereka melakukan berbagai cara untuk mendapatkan pewarisnya. Mulai dari cara yang masuk akal sampai cara yang tidak masuk akal. Sebagai orang yang memegang teguh nilai-nilai agama, pasti sudah tahu batasan cara yang digunakan. Banyak usah diperbolehkan, asalkan jangan bertentangan dengan syariat agama. Lebih sedih lagi mendengar berita, ada orang yang tega membuang anaknya yang baru saja dilahirkannya ke dunia dengan alasan sosial atau ekonomi. Ada yang malu hamil di luar nikah, ada yang kesulitan keuangan, ada yang kesal dengan suami atau kerabatnya, ada yang orang tuanya depresi, dan alasan-alasan lain yang menjadikan pembenaran perbuatan buruk pada anak-anak.

Urusan memperoleh anak sesungguhnya adalah kuasa Allah. Jika Allah berkenan maka siapapun dapat memperoleh anak. Pernah saya bertanya mengapa pasangan yang melakukan zina begitu mudah mendapatkan anak, sementara beberapa pasangan yang sah sebagai suami istri begitu sulit memperoleh anak. Sampai saat ini saya belum mendapatkan jawabannya, tapi saya yakin ada hikmah dibalik apapun yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.  Ada orang yang tingkat ekonominya tergolong rendah, dikaruni banyak anak sementara ada orang kaya, menghabiskan banyak hartanya demi mendapatkan anak. Seseorang pernah bercerita, dia menghabiskan banyak uang, mungkin sampai ratusan juta untuk memperoleh seorang anak. Dia adalah perempuan yang unik karena tidak pernah mengalami menstruasi. Dia dan suaminya berusaha berkonsultasi dengan banyak dokter, hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang dokter yang membantu usahanya itu dan berhasil. Namun ternyata di tempat lain ada juga perempuan yang tidak pernah menstruasi memperoleh banyak anak tanpa usaha yang berat. Itulah kekuasaan Allah.

Sumber foto: instagram @ummi_lilihmuflihah

Orang tua atau orang dewasa yang bersama anak-anak memang perlu terus belajar menghadapi anak-anak. Pertambahan usia anak akan diikuti dengan perkembangan fisik, mental, dan perilakunya. Apalagi disaat anak mulai aktif bergerak, disaat rasa ingin tahu anak begitu kuat, penjagaan perlu diperketat meski bukan berarti membatasi gerak anak. Dan adakalanya anak-anak memang perlu diberi penjelasan mana yang boleh dilakukan, mana yang tidak boleh dilakukannya. Terkadang anak-anak juga tidak mau berhenti bergerak, rasa lelah tidak dirasakannya sehingga anak menjadi sakit, disitulah peran orang tua atau orang dewasa untuk mengantisipasinya.

Bagaimana jika sakit menerpa anak? Bagaimana jika hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak? Berikut ada 3 (tiga) cara untuk mengatasi masalah kesehatan dan keselamatan pada anak.

Saat suhu badan anak naik.

Kadangkala anak tidak mengukur kekuatan dirinya, rasa ingin tahu dan semangat yang tinggi membuat anak melakukan apapun sehingga kesehatannya terganggu. Anak-anak saya pun begitu, tiba-tiba suhu badannya naik padahal belum lama dia dengan gembira bermain bersama temannya. Dan saya tergolong ibu yang mudah khawatir apalagi anak-anak saya tidak mau dikompres. Setidaknya itulah pertolongan pertama yang diberikan saat anak panas. Dulu saya tidak memandikan anak jika panas atau pernah mengompres anak dengan air dingin. Ternyata menurut bidan, yang sering kliniknya saya kunjungi jika anak saya sakit, saat anak panas kompres dengan air hangat dan anak harus tetap dimandikan pagi dan sore dengan air hangat. Jika panas tak juga turun segera pergi ke dokter atau bidan untuk memperoleh tindakan lanjut.

Selain itu, untuk anak yang masih minum ASI, saat dia panas selain dimandikan atau dikompres dengan air hangat, diberikan juga ASI lebih banyak. Dan terbukti bahkan tanpa harus memberikannya obat penurun panas. Tapi tetap harus waspada, pantau terus suhu tubuhnya karena suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan anak step dan berbahaya jika dibiarkan. Intinya saat anak sakit tak perlu terlalu khawatir tapi juga bukan berarti menyepelekan. Harus tetap waspada.

Saat perut anak kembung atau masuk angin.

Anak-anak sangat suka bermain dan benda apapun yang menarik dijadikannya mainan. Anak-anak juga suka tempat yang dingin, tiduran di lantai tanpa alas, berdiri di depan kipas angin, minum air es atau berendam berlama-lama di bak mandi.. Akhirnya anak sakit perut, kembung, atau masuk angin. Pengalaman saya, jika anak kembung atau masuk angin, saya borehkan campuran bawang merah yang sudah dihaluskan dan minyak kayu putih ke seluruh tubuh anak.  Takarannya bagaimana? Saya menggunakan perasaan. Hehe. Minyak kayu putih yang digunakan jangan terlalu banyak, secukupnya saja.

Saat anak tersiram air panas.

Pernah terjadi pada salah seorang anak saya, kecelakaan kecil yang cukup berbahaya. Malam itu saya menyeduhkan kopi untuk suami, karena meja penuh, (maklum habis ada arisan dan belum semua dibereskan) saya menaruh secangkir kopi panas di tempat yang menurut perkiraan saya aman. Tiba-tiba kopi panas yang baru saja saya taruh di meja tumpah menyirami kaki anak saya. Sepertinya dia menjijitkan kak sehingga berhasil meraih cangkir kopi itu. Saya sungguh terkejut. Saya lap kopi yang tumpah di kaki anak saya dan mengoleskannya losion anak. Anak saya masih menangis kencang, mungkin karena masih terasa panas. Alhamdulillah ibu saya ingat pernah membaca pesan wa yang sumbernya dari grup sebelah, bahwa mengatasi terkena air panas atau minyak panas dengan melumuri tepung terigu. Tanpa berpikir panjang saya ambil terigu dari dapur, lalu saya lumuri seluruh kaki anak saya dengan terigu itu. Beberapa saat anak saya diam, tidak menangis lagi. Dan kakinya pun tidak memerah. Alhamdulillah berhasil.

Bagaimanapun anak adalah anugerah Allah, sayang dan jaga anak-anak kita dan anak-anak di sekitar kita. Kalau bukan kita, siapa lagi? Selamat hari anak nasional. Tulisan ini merupakan tugas pertama Kelas Menulis Blog Seru #2 dengan tema Hari Anak Nasional.

4 komentar:

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...