Selasa, 23 Mei 2017

5 Rahasia Menulis Novel ala Tere Liye


Cover Depan Tentang Kamu
Tabik pun,

Berawal dari informasi yang saya dapatkan dari grup wa Tapis Blogger, bahwa Tere Liye akan datang ke Lampung. Acara bedah buku itu merupakan rangkaian acara Festival Lampung Syariah (Flash) 2017 yang diadakan oleh Bank Indonesia. Jangan ditanya, saya begitu antusias. Apalagi Mall Boemi Kedaton (MBK), tempat penyelenggaraan acara tersebut tidaklah jauh.

Saya sudah merencanakan akan ke MBK sepulang dari tempat mengajar. Sabtu sore itu hujan sempat menyapa, namun tak lama. Dengan penuh semangat saya pun menaiki angkot menuju MBK. Saya sudah membayangkan pasti akan ada keseruan di acara itu.

Tiba di sana ternyata, sudah banyak peserta yang mengantri untuk masuk. Saya baru menyadari kalau baterai telepon genggam saya hampir habis,  padahal untuk masuk harus menunjukkan balasan sms dari panitia ketika mendaftar sebelumnya. Selain itu, bagaimana mungkin saya nanti bisa berfoto ria. Padahal momen itu sangat langka. Cobaan tak sampai disitu, saya beserta beberapa peserta lainnya yang masih dalam barisan antri mendadak cemas. Antrian dihentikan panitia dan kami harus menunggu beberapa saat sampai akhirnya diperbolehkan untuk masuk.

Senangnya bisa dapat tanda tangan Tere Liye

Setelah diperkenankan masuk, saya masih merutuki kelalaian mengisi ulang baterai. Apalah artinya memiliki telepon pintar jika tak ada daya. Apalagi melihat banyak orang yang mengabadikan momen itu. Saya hanya bisa menghela nafas panjang. Sungguh, saya sedikit kecewa namun pada akhirnya saya berhenti meratap, terbenam dalam pesona Tere Liye yang berbagi kisah.
Bagian yang paling saya suka saat acara bedah buku adalah, saat penulis membocorkan rahasia kepenulisannya. Berikut saya rangkum tips menulis novel ala Tere Liye:

1. Tentukan pesan moral

Sebelum menulis, kita harus menentukan 'so whatnya' apa. Jika penonton televisi disuguhkan cerita picisan pun masih mau menonton, berbeda dengan pembaca buku. Televisi menyuguhkan tidak hanya cerita, penonton juga dimanjakan dengan audio yang bagus, visual yang menarik, ditambah lagi dengan para artis yang tampan dan cantik. Lain halnya dengan buku, pembacanya lebih selektif, sehingga penulis harus mampu membuat pembaca untuk tidak bosan membaca cerita setiap halaman.

Saya sempat terkejut, ketika Tere Liye mengungkapkan bahwa pesan moral dalam karya Hapalan Salat Delisa adalah hiprokrit atau kemunafikan. Delisa menghapalkan bacaan sholat karena ingin mendapatkan kalung emas dari ibunya. Sementara karya Tentang Kamu, so whatnya adalah memeluk erat segala hal yang menyakitkan.

2. Tentukan panggung cerita

Setelah menentukan pesan moral, penulis menentukan panggung cerita, lewat mana cerita akan disampaikan. Dalam kisah Tentang Kamu, panggung ceritanya ada pada orang tua yang meninggal pada usia 70-an. Sementara Rindu, panggung ceritanya adalah naik haji.

3. Detailkan cerita

Sebelum menulis, penulis juga harus mendetailkan cerita. Menetukan siapa tokohnya, umurnya, usianya, statusnya. Selain itu juga penulis juga menentukan lokasi ceritanya, bagaimana cara menceritakannya, sudut pandang apa yang digunakan, bagaimana membuat opening yang bagus, sehingga bisa mengikat pembaca.

Tentang Kamu, tokoh utamanya adalah seorang ibu tua yang meninggal pada usia 70. Sudut pandang yang digunakan orang ketiga, kisah diceritakan melalui seorang pengacara bernama Zaman Zulkarnaen. Memulai kisah dengan mencari jejak sri ningsih, yang meninggal di Paris. Saat pencarian tersebut Zaman menemukan diary yang hanya 10 halaman.

Petunjuk awal: Diary Sri Ningsih

5 Bagian penting dalam Tentang Kamu:


  • Ketika masih kanak-kanak tentang sabar
  • Ketika sekolah tentang persahabatan
  • Memulai karir tentang kerja keras
  • Menemukan jodoh tentang definisi cinta sejati
  • Usia 60-70, setting di Paris, memeluk erat seluruh peristiwa yang menyakitkan

4. Riset
Tentang Kamu membutuhkan hanya 22 hari penulisannya, namun dibutuhkan setahun lebih untuk riset. Riset sangat dibutuhkan dalam menulis. Riset tersebut untuk mencari detail-detail dalam novel.

Dalam Rindu, Tere Liye melakukan studi literatur bagaimana orang naik haji pada era 1940. Tere Liye mencari tahu lewat referensi bacaan, foto-foto. Ada tahapan di mana Tere Liye membayangkan kejadian dalam foto-foto yang ia dapatkan saat riset.

5. Tuliskan

Perbedaan seorang penulis dan yang bukan adalah menulis. Penulis akan menulis sementara yang bukan penulis hanya ingin menjadi penulis dan tidak menulis. Pernyataan Tere Liye ini membuat saya merasa tertohok. Bagaimana tidak, selama ini saya memang ingin jadi penulis tapi baru hanya sekedar ingin. Banyak alasan pembenaran sehingga saya tidak menulis. Padahal di era sekarang ini, banyak kemudahan yang tersedia, misalnya telepon pintar yang bisa menjadi sarana untuk menulis.

Cover Belakang Tere Liye

Nah, bagi yang pintar mencari alasan pembenaran, ada tips juga dari Tere Liye. Tips untuk menggugah aksi menulis:

1. Bacalah buku dari berbagai jenis buku
Membaca buku dari berbagai jenis buku dapat memperkaya cara berpikir seorang penulis.

2. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda
Misalnya, jika diminta membuat tulisan tentang hitam. Kebanyakan orang berpikir hitam berkaitan dengan warna atau gelap. Padahal dengan kata hitam, kita bisa membuat cerita tentang hitam yang selalu terlambat sehingga Mejikuhibiniu meninggalkannya.

3. Berhentilah berkata tidak ada waktu untuk menulis
Banyak kemudahan yang bisa didapat pada zaman sekarang ini. Menulis bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Apalagi dengan kecanggihan teknologi yang semakin berkembang.

4. Manfaatkan waktu dengan efektif
Tidak perlu waktu khusus untuk menulis. Saat ada waktu luang, itulah saat menulis.



12 komentar:

  1. inspiring tips menulisnya, makasih

    BalasHapus
  2. Makasih ulasan tipsnya. sangat membantu banget. lg niat mau nulis ;))

    BalasHapus
  3. Yang point terakhir bener banget. Dari dulu ngimpi pengen punya buku, jadi penulis macam asma Nadia, tapi mentok gak nulis2 ����

    BalasHapus
  4. Ah beruntungnya bisa dapat ttd Tere Liye langsung huhu. Tentang kamu jadi novel terfavorit saya dari beliau, pantas saja kejadiannya serinci itu, risetnya mantap banget hehe.

    BalasHapus
  5. Terima kasih tipsnya..
    masuk akaal banget, pantesan saya nggak jadi penulis2. soalnya pengen jadi penulis, eh malah jarang nulis. xixixi

    Salam kenal mbk.
    ditunggu kunjungannya di blog saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya itu tips bang Tere Liye, semoga kita bisa mengikuti

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...