Langsung ke konten utama

Berjumpa Tung Desem Waringin di Lampung

Kecerdasan Finansial, Kunci Sukses di Masa Depan
Oleh: Lilih Muflihah

Tabik pun,

Saya ingin bercerita tentang Sabtu yang ceria. Pagi itu saya datang dengan penuh semangat. Sebenarnya ini baru pertama kali menginjakkan kaki di Sekolah Darma Bangsa meski entah sudah berapa juta kali saya melewati depan sekolah itu. Saat masuk, saya memperkenalkan diri sebagai anggota KOPI Lampung. Dalam hati saya pun bersyukur punya kesempatan ikut seminar parenting SDB. Kalau boleh berteriak, saya akan bilang "How beautiful day!". Berkat keikutsertaan saya di KOPI melalui informasi kak Naqiyyah dan bisa bertemu kak Arul pertama kali di kopdar KOPI di MBK Lampung sehari sebelumnya.


Suasana sebelum acara berlangsung
Seperti biasanya, acara diawali dengan sambutan-sambutan. Sambutan dari perwakilan SDB, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, dan sambutan dari kak Arul. Oh ya ada hal yang menarik, ada cuplikan drama musikal Roro Jongrang yang dimainkan oleh siswa-siswa SDB. Saya cukup terkejut karena Roro Jongrangnya pandai berbahasa Inggris. 😍

Sambutan-sambutan
Drama Roro Jongrang oleh siswa-siswi SDB
Saya sungguh tidak sabar menantikan kehadiran Tung Desem Waringin, apalagi ternyata mba Naqiyyah berhasil foto bareng dengan beliau. Ah rezeki emak sholihah, repot ikut acara sambil bawa anak eh malah dapat kesempatan foto bareng di belakang gedung seminar.

Yang ditunggu akhirnya muncul juga. Pak TDW begitu bersemangat. Dia memulai aksinya dengan mengajak kami lompat-lompat, bertepuk tangan, dan berteriak. Saya yang sudah hampir tidak pernah lompat-lompat semenjak menikah, ikut serta juga. Seru sekali. Ternyata itulah cara untuk menularkan semangat. Kata pak TDW, ada cara mengatasi rasa tidak semangat. Caranya dengan ubah gerak dengan guncang bumi. Tingkat sekala richternya bisa disesuaikan dengan kondisi lo. Hehe... Jadi kalau anak malas bangun, jangan dimarahi, ajak dia untuk ubah gerak, ajak melompat-lompat sambil berteriak untuk menyemangati diri.
Tung Desem Waringin beraksi
Kalau mau kaya, diawali dengan semangat dulu dong lalu sadis (sabar dan disiplin). Ada dua hal yang disebutkan Tung Desem Waringin agar kaya. Ramuannya adalah:
1. Nilai tambah, cara mendapatkannya dengan menambah pengetahuan dan keberanian.
2. Faktor kali yaitu melipatgandakan usaha.

Tung Desem Waringin semakin membuat suasana semakin semangat. Apalagi saat TDW memberikan ilmu yang paling penting dalam hidup. Ilmu itu adalah mencontek. Eh jangan berpikir buruk, mencontek maksudnya mencontek proses bukan mencontek hasil. Nah di sinilah pentingnya bergaul dengan orang yang tepat agar prose mencontek berhasil.

Lalu, apa sih bedanya orang miskin, menengah, dan kaya? Orang miskin menyisihkan uang jika ada sisa, orang menengah menyisihkan di awal tapi dibelanjakan untuk barang/jasa yang bersifat konsumtif, sementara orang kaya menyisihkan diawal untuk membeli barang/jasa yang produktif.


Banyak sekali ilmu yang didapat dari Tung Desem Waringin dan beberapa kali ucapan TDW menyentil saya. Ah saya jadi malu. Ternyata saya masih termasuk orang yang berperilaku konsumtif. Saya merasa tersindir. Hehe... Menyisihkan uang di awal untuk beli hape, sementara harga hape semakin turun.

Nah ini yang perlu kita lakukan sebagai investor. Berapapun penghasilan kita, sisihkan:
1. Minimal 10% untuk hari tua
2. Minimal 10% untuk amal
3. Minimal 10% untuk pendidikan
4. Minimal 10% untuk cadangan
5. Minimal 10% untuk alokasi kesenangan
6. Maksimal 50% digunakan untuk apa saja.


Intinya sih kalau mau kaya ya harus tahu ilmunya. Kecerdasan finansial harus dimulai sejak dini, bahkan anak kecil pun harus sudah mulai diajari perilaku produktif bukan konsumtif. Bersenang-senang pada dasarnya boleh saja tapi saat sudah disiplin. Jangan boros deh, tunda dulu kesenangan kalau mau kaya, Gagal itu sebenarnya gak ada, yang ada sukses dan belajar. 

Hari itu sungguh banyak ilmu yang didapat. Terima kasih banyak buat pak Tung Desem Waringin.





Komentar

  1. Mantaaap, mbak. TDw salah satu motivator idola saya. Sampe skrg blum dpt kesempatan tepat tuk ikut seminarnya. Semoga suatu hari bisa bertatap muka dgn beliau 😍😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung. Semoga suatu saat bisa ikut seminar pak Tung Desem ya

      Hapus
  2. Thanks sharing ilmunya, Bunda ... 😊

    BalasHapus
  3. Wah lengkap banget pembahasannya terima kasih ya Lilih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga, bisa ikut acara ini

      Hapus
  4. terima kasih mbak. aku akan coba terutama untuk alokasi pengeluaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, sama-sama, penting banget buat kita yang emak-emak ini. Hehe

      Hapus
  5. Menarik tulisannya mbak. Suskes selalu buat tulisan-tulisannya.

    BalasHapus
  6. Poin penting dalam tulisan ini menurut saya adalah perbedaan orang Miskin, Menengah dan kaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita tinggal pilih mau jadi orang kaya, menengah tau miskin. hehe

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Pos populer dari blog ini

KUE STIK KEJU

Bahan-bahan:
 4 butir telur
 500 gr tepung ketan
 Garam secukupnya
 1 bungkus kaldu ayam bubuk
 50 gr keju parut
 25 gr margarin
 2 sdm air

Cara membuatnya:
1. Kocok telur hingga mengembang
2. Campurkan tepung ketan, kaldu bubuk, garam, dan keju, aduk rata. Masukkan dalam telur, tambahkan margarin dan air, uleni hingga kalis.
3. Giling adonan lalu potong memanjang sebesar batang korek api
4. Masukkan dalam minyak dingin dan lakukan pada semua adonan. Goreng hingga kekuningan dan matang, angkat kemudian tiriskan.

Kalau di rumah lagi sendirian dan ngerasa bosan, gak ada salahnya main ke dapur, nyoba buat kudapan. Nah stik keju ini enak banget, buatnya juga mudah. Iseng-iseng aja. Tapi hati-hati ya buat yang punya masalah berat badan cz dijamin ketagihan, lagi dan lagi.

Mengenang Kembali Telepon Umum

Perkembangan teknologi saat ini begitu cepat. Dulu, bahkan sangat jarang orang memiliki telepon rumah karena begitu mahal. Di awal munculnya telepon genggam pun, perlu merogoh kantong lebih dalam untuk membelinya. Modelnya kala itu biasa saja tapi sekarang jangan ditanya. Berbagai merk dan model banyak di pasaran. Hari ini beli model baru, tak lama kemudian hadir model yang lebih keren dan canggih.

Ada Kopi, Lomba, dan Keseruan di Lampung Coffee Festival 2016

Setiap hari saya selalu menyuguhkan kopi untuk suami tercinta. Aroma kopi memang tak ada duanya. Kopi di pagi hari menyegarkan tubuh, kopi di siang hari menghilangkan kantuk, kopi di malam hari menghangatkan.