Senin, 26 September 2016

Mengenang Kembali Telepon Umum

Perkembangan teknologi saat ini begitu cepat. Dulu, bahkan sangat jarang orang memiliki telepon rumah karena begitu mahal. Di awal munculnya telepon genggam pun, perlu merogoh kantong lebih dalam untuk membelinya. Modelnya kala itu biasa saja tapi sekarang jangan ditanya. Berbagai merk dan model banyak di pasaran. Hari ini beli model baru, tak lama kemudian hadir model yang lebih keren dan canggih.


Memandangi sejenak telepon umum yang sering saya lewati saat menuju tempat kerja membuat kenangan-kenangan bersama telepon umum kembali hadir. Saat telepon rumah masih berjaya dan telepon genggam masih sangat mahal, kehadiran telepon umum sangat membantu, terutama bagi saya. Sebagai anak rumahan yang manis, saya menggunakan telepon umum untuk meminta izin jika pulang terlambat atau minta jemput jika pulang kesorean atau angkot demo (jaman itu sering sekali angkot demo).

Ada kisah lucu terjadi, saat itu saya masih baru menjadi mahasiswa. Gladi resik pelaksanaan propti (program pengenalan perguruan tinggi) memakan waktu sampai hampir magrib. Kala itu suasana kampus mulai gelap. Saya bergegas menuju telepon umum, meminta jemput ayah di halte kampus. Singkat cerita, ayah pun menjemput. Di dalam mobil, ayah meminta saya untuk belajar mandiri, pulang sendiri, tidak lagi minta jemput. Saya bingung dengan perkataan ayah tapi setelah sampai di rumah. Barulah saya tahu kalau telepon minta jemput tadi membuat kehebohan di rumah. Adik saya salah dengar ketika menerima telepon, saya bilang halte tapi hotel yang dia dengar. Ibu saya langsung khawatir tingkat tinggi mendengar kata hotel, kenapa anak perempuannya minta dijemput di hotel, padahal sebelumnya pamit ke kampus. Setelah menelepon tetangga yang anaknya kebetulan kakak tingkat saya, kekhawatiran ibu mereda.

Oia, jaman dulu, selain telepon koin ada juga telepon yang menggunakan kartu, namanya kartu beken, saya beberapa kali pernah membelinya seharga 5000 untuk satu kartu. Jika sebelum menelpon, kita memasukkan koin uang ke dalam kotak telepon koin, maka untuk telepon yang menggunakan kartu, sebelum menelpon diminta untuk memencet angka-angka yang tertera di kartu tersebut. Sayangnya koleksi kartu beken saya yang bergambar lucu itu sudah dibuang.

Kita memang tidak bisa menghindar dari perubahan jaman dan tak bisa mengelak perkembangan teknologi. Teknologi yang terus berkembang membuat akses komunikasi semakin cepat dan mudah, lalu telepon umum pun ditinggalkan.

Bagaimana dengan di luar negeri ya? Saya sempat bertanya pada dua orang teman yang berada di luar negeri.

"Telepon, lagi hectic kabarnya. Telpon umum kartu jarang sekali, apalagi koin, amat sangat jarang." Jawab mba Rosita Sihombing saat saya tanya melalui pesan fesbuk. Mba Rosita ini adalah seorang penulis, yang menikah dengan orang Perancis dan kini tinggal di Perancis.

"Telepon koin masih tapi sekarang sih sudah jarang dipakai ya karena udah pada punya HP tapi ada telepon box khas Inggris kan." Jawab bang Arizka Warganegara yang saat ini sedang mengambil kuliah S3 di Inggris.

Saya jadi penasaran tentang telepon box khas Inggris itu. Ternyata boks telepon merah merupakan salah satu simbol Inggris. Kapan ya bisa ke Inggris?

24 komentar:

  1. Saya org kampung jadi gak kenal telepon umum mba hehehe

    BalasHapus
  2. jadi inget masa-masa terakhir menggunakan telepon umum dan di wartel. ternyata kita sudah "tua". hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya.. Gak apa tua yang penting jiwa muda. Hehe

      Hapus
  3. Saya juga udah ga pernah liat telepon umum di jalanan kota Bandung :(

    Budy | Travelling Addict
    Blogger abal-abal
    www.travellingaddict.com

    BalasHapus
  4. sekarang sudah hampir tidak ada telpon2 umum di indonesia, soalnya hp juga terus berkembang dan hampir semua orang mempunyai hp....

    BalasHapus
  5. Saya ngalamin telpon koin Dan telpon kartu
    Hahaha Dan antri..nggak bisa ngomong rahasia

    BalasHapus
  6. kalo saya dulu suka jahil mbak, koinnya di kasih tali, jadi bisa di cabut lagi.. hahahaha... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Teman saya dulu mengajarkan itu. Haha

      Hapus
  7. Hehe, iya dulu telepon umum berguna banget untuk nelpon orang rumah kalau minta jemput dari sekolah atau ada kegiatan yang sampe malem. Sempet ngerasain juga sih cari-cari koin untuk sekedar nelpon beberapa menit :)

    BalasHapus
  8. telepon koin...berjam-jam bediri entah nelpon siapa waktu itu...hihihi...telepon kartu sampe koleksi kartunya...hahahaha...kenangan indah masa remaja...

    BalasHapus
  9. Aku pernah jualan kartu yang 5000 anitu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada koleksi yang tersimpan gak, mba?

      Hapus
  10. jadi ingat klo mau nelpon ngantri

    BalasHapus
  11. Telepon koin mengingatkanku jaman SMP hahaha bela2in ga jajan ngumpulin uang koin buat nelepon teman sebangku padahal tiap hari juga ketemu :p RIP telepon koin, wartel juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Sekarang sudah banyak hp di mana-mana

      Hapus
  12. Kenangan yang tidak bisa dilupakan dengan telepon umum.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...