Selasa, 26 April 2016

CERITA GERIMIS PAGI

Gerimis datang sebelum subuh sampai pagi. Begitu awet. Di angkot ketika perjalan ke tempat kerja saya terinspirasi merangkai kata. Jadilah puisi ini.





Cerita Gerimis Pagi
Oleh Lilih Muflihah

Untunglah gerimis hanya sebatas air
Untunglah basah hanya sebatas becek
Sadarlah
Tak kan sampai harap dimimpi
Meski nikmat diharap lebih
Sudahlah
Tak kan sirna duka diratapi
Meski duka begitu perih
(26-04-2016, di angkot Rajabasa)

Untuk yang harapannya belum terwujud. :)

4 komentar:

  1. Wow bisa nulis fiksi di angkoy luar biasaaa mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... Mudah-mudahan bisa sering begitu, mbak. Amin. Terima kasih atas kunjungannya. Nantikan kunjungan saya 😊

      Hapus
  2. gimana ya, ada pelangi dan salju ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salju itu singkatan nama ibu dan ayah saya mba. Terimakasih mba sudah mampir ke blog saya. Nantikan saya bertamu :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...