Minggu, 20 Mei 2012

Diary Bu Dosen


Aku disebut Bu Dosen karena aku mengajar para mahasiswa :)

Ada hal menarik yang terjadi beberapa waktu yang lalu. salah seorang mahasiswa terlambat masuk ke dalam kelas. Saat itu perkuliahan baru beberapa menit dimulai. Aku pun mempersilakannya duduk. Kursi bagian depan yang ia pilih karena tak ada pilihan lain. Kursi-kursi lainnya sudah penuh berisi mahasiswa-mahasiswa lainnya.

Namun kusadari pandanganku sedikit terganggu, berani sekali dia mengenakan pakaian yang tidak pantas dikenakan di dalam kelas. Tentu saja aku harus memberikan teguran padanya tapi saat itu aku tidak sedang menjadi Ms. Lilih. Saat itu aku adalah Bu Lilih yang mengajar orang dewasa yang tentu sudah tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Apalagi di beberapa tempat sudah dipasang banner yang berkaitan dengan etika mahasiswa di dalam kelas. Berani sekali ia ikut perkuliahanku dengan pakaian seperti itu.

Lalu apa yang Bu Lilih lakukan?

Tebakan 1: Bu Lilih marah dan menyuruh ia keluar dari kelas (ah, aku tak ingin menambah kerutan di wajah karena marah)

Tebakan 2: Bu Lilih menasihatinya dengan kalimat yang lembut (memangnya aku sedang berperan sebagai Ms. Lilih

Tebakan 3: Bu Lilih menegurnya dengan kalimat yang berwibawa (aku hanyalah orang biasa yang masih harus banyak belajar merangkai kata penuh wibawa)

Tebakan 4: Bu Lilih diam dan membiarkannya (memangnya aku gak punya perasaan, ini adalah sebuah penghinaan)>

Tebakan 5: Bu Lilih ngambek dan tak mau lagi mengajar (itu bukan aku)

Hari itu aku hanya mengemukakan sebuah pertanyaan kepada semua mahasiswa yang hadir, "Mengapa kita harus memakai celana bolong?" Lalu aku mengedarkan pandangan ke seluruh kelas beberapa saat.

Secara umum ada dua reaksi yang aku temui, ada yang terlihat bingung dan ada yang tersenyum. Tapi tak ada jawaban yang terlontar dari mulut mereka, sesuai harapanku.

Aku menghela nafas panjang lalu menjawab pertanyaanku sendiri, "Karena kalau celananya tidak bolong, gak mungkin kita memakainya." Sejenak kelas menjadi riuh.

Mungkin karena merasa tak nyaman, ia bertanya, "Ibu nyindir saya ya?" Aku hanya tersenyum. "Maaf, Bu. tadi saya buru-buru," lanjutnya.

Kembali aku tersenyum kemudian melanjutkan perkuliahan.

Menurut Anda apakah sikapku sudah benar?

10 komentar:

  1. Untuk mahasiswa yg tw diri..
    Sikap anda ..>> "GooD"

    BalasHapus
  2. karena sudah mahasiswa seharusnya bisa lebih disiplin ya bu.
    tapi disinilah peran kebijaksanaan seorang dosen.

    BalasHapus
  3. artikel-nya sangat bagus. Dibikin buku atau jadi sinetron bolehlah...

    BalasHapus
  4. sangat menginspirasi. Ini fiksi apa nyata sih :-)

    BalasHapus
  5. baca artikel ini sambilmakanhasilmasakan sendiri sangat menyenangkan.Mantap

    BalasHapus
  6. dosen ma guru sama gak ya kehidupan psikologisnya?

    BalasHapus
  7. Hahaha, di luar ekspektasi saya Bu

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...