Minggu, 29 Januari 2012

AKAR

oleh: Lilih Muflihah

Tanpa akar, kenanga yang harum dan mawar putih yang indah sulit bertahan hidup. Selama tanah masih berlapang dada dan tetes air terus bermurah hati, tentu saja semuanya dengan izin ALLAH, akar akan kuat menghujam untuk menopang batang beraneka ragam bunga menawan, tanaman hijau bahkan pohon besar sekalipun. Akar jugalah yang menyerap air dan zat-zat makanan untuk keberlangsungan hidup berbagai tumbuhan.

Akar yang umumnya berada di bawah, jarang sekali diperhatikan. Yang tampak jelas sering dipandang hanyalah bunga yang cantik, buah yang ranum, daun yang gemulai, atau batang pohon yang kokoh. Padahal peran akar begitu penting bagi keberlangsungan hidup suatu tumbuhan. Bahkan karena akar sebagai penyimpan cadangan makanan, tumbuhan masih bisa hidup dan tumbuh meskipun batangnya sudah patah, asalkan akarnya masih ada. Bayangkan jika para akar berunjuk rasa, melakukan aksi mogok kerja, apa yang akan terjadi dengan batang, daun, dan bunga? Tapi untunglah akar tetap setia menunaikan kewajibannya dan terus merawat keikhlasan di setiap tugasnya.

Dalam kehidupan manusia, siapa yang tak ingin diperhatikan dan dipuji. Sedih rasanya jika melakukan pekerjaan tak ada yang menghargai. Kalau sudah begitu, bekerja tak lagi sepenuh hati. Bak selebritas yang haus akan sosialisasi atau seperti calon wakil rakyat yang sedang kampanye, apapun yang dilakukan, semua orang harus tahu. Seolah merasa diri sebagai batang pohon yang perkasa, patut mendapat pengakuan, padahal mungkin tak lebih dari ranting yang rapuh.

Bagaimanapun, dipuji, tidak dipuji, dilihat, tidak dilihat, dihargai, ataupun tidak dihargai, lakukan saja kebaikan sebanyak mungkin, selesaikan saja pekerjaan secepatnya, dan penuhi saja semua kewajiban segera, seperti akar yang rela melakukan peran-perannya yang sangat penting itu. Meski tak ada yang peduli, tenang saja, ada ALLAH yang Maha Mengetahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...