Minggu, 25 Desember 2011

Reportase singkat Gebyar Milad FLP Wilayah Lampung



11 Desember 2011 merupakan hari istimewa bagi FLP Wilayah Lampung karena hari itu merupakan puncak peringatan milad yang ke-11. Sejak 10 Desember 2000, FLP Wilayah Lampung terus bergerak, mengalami jatuh bangun dalam setiap langkahnya, sempat pula tersungkur namun kemudian bangkit lagi. Jejak untuk sebuah esok sengaja dijadikan tema dalam gebyar milad kali ini, dengan harapan FLP Wilayah Lampung akan terus menjejakkan langkah demi esok yang lebih baik.

Sekitar pukul 08.00 bertempat di Aula ICMI Islamic Center Bandar Lampung, acara gebyar diawali dengan peluncuran buku karya para pejuang pena FLP Wilayah Lampung dengan narasumber Naqiyyah Syam, Dila Saktika, Yazmin Aisyah, dan Lilih Muflihah dan Tri Lego sebagai moderatornya. Mereka mempresentasikan buku-buku yang sudah ditulis anggota FLP Wilayah Lampung. Ada buku yang ditulis bersama-sama anggota seperti antologi puisi, Ketika Aku Berjalan dan ada juga buku-buku yang ditulis bersama penulis lain di luar FLP seperti buku ibuku segalanya, inspirasi menulis, single mom, dan sebagainya. Para peserta antusias dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber. Sesi tersebut diakhri dengan bagi-bagi hadiah kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari narasumber.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan. Gebyar Milad FLP Wilayah Lampung pun resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Bapak Effendi, M.Pd. setelah sesaat sebelumnya beliau memberikan kata sambutan.


Selanjutnya, Budi sebagai MC mengondisikan para peserta, peserta pelatihan menulis bersama Ali Muakhir tetap di ruangan sementara peserta lomba membaca puisi bergerak menuju koridor Islamic Center yang sudah dihias sesuai suasana puisi Doa, di sana dewan juri sudah menunggu mereka.

Di Aula Icmi, Mas Ale, sapaan akrab Ali Muakhir, mengawali pelatihan dengan meminta peserta melakukan gerakan relaksasi berbentuk huruf T-U-L-I-S yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi. Para peserta sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan Mas Ale. Peserta diajak untuk memahami psikologi anak dan bacaan seperti apa yang dibutuhkan oleh anak. Mas Ale juga mengingatkan agar berhati-hati dalam mengemukakan apapun kepada anak-anak, memilih kata yang tepat dan harus memberikan solusi serta wawasan pada anak.

Sementara di koridor Islamic Center, para peserta lomba yang notabene adalah siswa SD, SMP, dan SMA menunjukkan aksinya dalam mambaca puisi Doa karya Chairi Anwar. Ada peserta yang masih sedikit malu ada pula peserta yang begitu percaya diri. Sesi lomba tersebut diakhiri dengan tanggapan dari juri terhadap para peserta dan pembacaan puisi oleh para juri.

Peserta pelatihan dan peserta lomba kembali dipersatukan di aula sekitar jam 14.00 untuk mengikuti sesi pengumuman dan pembagian hadiah. Itulah saat yang menegangkan bagi para peserta lomba. Hasil lomba menulis cerita anak dan puisi yang penilaiannya dilakukan sehari sebelum pelaksanaan gebyar milad pun turut diumumkan. Tampak kebahagiaan di wajah para pemenang menghiasi semaraknya pengumuman lomba.

Alhamdulillah sekitar 14.40 seluruh rangkaian acara Gebyar Milad FLP Wilayah Lampung 2011 selesai dilaksanakan.


Jumat, 23 Desember 2011

SENJA DI PELABUHAN KECIL

Buat Sri Ajati
Oleh Chairil Anwar

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

1946


(http://www.lokerpuisi.web.id/2011/11/senja-di-pelabuhan-kecil.html)

Selasa, 13 Desember 2011

Tips Nulis Cerita Ngocol ala Boim Lebon

29 Nov 2011 | Rubrik: Berita Penulis

Annida-Online-- Siapa nggak kenal dengan Boim Lebon? Penulis super kocak yang telah menelurkan puluhan karya, dan karyanya yang paling terkenal ialah serial Lupus Kecil, yang ditulis bersama Man Behind Lupus: Hilman Hariwijaya. Kenal, kenal, kenal...? Kenal, dooonk!

Ditemui setelah memandu acara launching film Negeri 5 Menara di Istora Senayan, Jakarta (27/11), penulis satu ini membagikan tips n trik-nya dalam menggeluti dunia tulisan ber-genre komedi.

“Yang paling penting, niatnya dulu dari awal dilurusin untuk menulis cerita ngocol. Biasanya kalau dari awal sudah diniatkan menulis cerita ngocol, akan lucu ceritanya. Selain juga harus rajin-rajin baca buku, nonton film, dan dengerin cerita lucu,” ujar Boim.

Untuk kebiasaannya yang terakhir, mendengarkan cerita lucu, Boim mengaku telah melakukannya sejak SMA. “Saat SMA saya suka bermain dengan teman-teman yang selera humornya tinggi. Biasanya saya tulis tuh kelucuan mereka,” tambahnya.

Penting juga, sebelum mengirim karya kita ke redaksi, minta tolong orang-orang di sekitar kita untuk menilainya, apakah sudah lucu atau belum? Terus revisi sampai dinilai ngocol oleh mereka. Kalau kira-kira sudah 90 persen ngocol, baru diserahkan ke redaksi.

Kalau menurut kamu menjadi penulis cerita ngocol adalah bakat alam dan sudah berkarakter ngocol dalam kesehariannya, berarti kamu sepaham dengan Boim. Hanya saja, menurutnya hal tersebut masih bisa diasah.

“Bakat juga ngarush sih, tapi bisa diasah, kok. Hilman Hariwijaya misalnya. Dia di kesehariannya serius banget orangnya, tapi serial Lupus-nya ngocol banget, kan? Yakin deh masih bisa diasah!” tutur Boim.

Yakin kan, Sob, semua orang bisa kok menulis cerita ngocol? Okd, untuk membuktikannya, mari berlomba ngirim cerpen ngocol di Annida-Online... Yayaya? [nurjanah]

http://annida-online.com/artikel-4502-tips-nulis-cerita-ngocol-ala-boim-lebon.html

Beberapa hal yang perlu dketahui untuk Mencegah Stunting

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun, Pagi yang indah di hari Selasa, tanggal 12 September 2017, Direktorat Kemitraan Komunikasi K...