Kamis, 14 Oktober 2010

Yang Terlewatkan


Pernah melewatkan sesuatu dari pandangan? Hal kecil yang mungkin bisa menjadi hal besar atau hal besar yang bisa menjadi kecil. Tulisan ini hanya sekedar iseng karena beberapa bulan terakhir, aku nyaris tidak menulis karena males, sibuk, sakit, dan tidak punya ide. Namun, beberapa jam yang lalu terlintas dalam pikiranku untuk menulis, akhirnya kuputuskan daripada tidak ditulis lebih baik menulis.

Kejadian terbaru:
Malam ini bersama adikku dan motornya, ‘Reva’, ketika hendak pulang ke rumah. Kami melewati Bunderan Adipura. Saat lampu rambu lalu lintas berwarna merah, mataku sesaat terpana dengan sebuah papan reklame yang memuat gambar tiga orang petinggi salah satu partai terbesar di Indonesia. Awalnya aku hanya memandang wajah ketiga orang itu namun kemudian mataku tergoda untuk mengamati sesuatu. Ada hal yang janggal, sepertinya nama dan lambang yang ada di baju salah seorang dari mereka terbalik. Mungkin aku salah tapi berulang kali melihat dari balik kaca helm, aku yakin tidak salah.

Kejadian di malam yang sama:
Masih dalam perjalanan pulang ke rumah, di depan sebuah pusat perbelanjaan, melintas motor polisi lalu lintas tanpa menyalakan lampu bagian belakang. Setahuku lampu itu perlu dinyalakan ah tapi mungkin dia lupa.

Kejadian beberapa hari yang lalu:
Bagiku sudah biasa dikomentari murid-muridku karena di dalam maupun di luar kelas, seorang guru tidak akan terlepas dari pandangan murid-muridnya. Mereka pernah berkomentar, “Mis jangan pake baju ini sih, keliatan gemuk,” atau “Mis kok pake baju ini terus sih?” atau “Mis kelihatan cantik deh pake baju ini,” atau “Mis brosnya lucu, imut deh,” atau “Mis kok brosnya gede banget?”
Teringat akan materi pelatihan yang pernah diberikan, aku cukup hati-hati dalam berpakaian, berbicara apalagi bersikap. Tapi hari itu, ada yang terlewatkan olehku. Seorang muridku berkomentar, “Mis kok pake kaos kaki gambar boneka, itu kan buat anak-anak?” Dia tampak tidak terima melihat gurunya yang sangat baik dan keibuan ini memakai kaos kaki bergambar boneka. Padahal sebelumnya aku pernah berpikir, tak mungkin seseorang memerhatikan kaos kaki.

Kejadian dua tahun yang lalu:
Malam itu aku berjalan menuju rumah salah satu muridku yang meminta diajarkan secara privat. Iseng-iseng melihat langit. Di langit kulihat bulan sabit seolah bibir yang tersenyum dan di atasnya ada dua buah bintang seolah sepasang mata yang berbinar. Apakah Kalian bisa membayangkan bagaimana bentuknya? Beberapa saat kemudian seorang teman mengirim SMS yang berisi permintaan melihat langit. Malam itu bulan dan bintang seperti wajah yang tersenyum memang tersenyum tapi sepertinya banyak yang melewatkan untuk melihatnya.
(Buat yang ngirim SMS saat itu, maaf ya aku lebih dulu melihat bulan dan bintang itu daripada kamu. Hehe...)

2 komentar:

  1. wah... jadi setiap ngelewatin apa2 selalu mngamati nih? :-)

    BalasHapus
  2. gak juga cz banyak yg terlewatkan :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...