Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari April, 2010

3 Perempuan antara coklat dan mengkudu

Warung bakso sepertinya akan menjadi tempat favorit untuk berkumpul. Setelah kelas puisi bakso sukses meninggalkan kesan yang tak terlupakan, pertemuan 3 perempuan juga melahirkan kisahnya sendiri.


Di suatu Ahad, aku, Jams, dan Lia sepakat untuk makan bakso. Kami tidak merencanakan pertemuan itu sebelumnya namun perbincangan yang terjadi mengalir begitu seru. Bahkan untaian-untaian kalimat yang kami rajut mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Banyak hal yang menjadi bahan renunganku meski perbincangan tak lepas dari canda dan tawa hingga pipiku pegal dibuatnya. Rasanya aku tak ingin beranjak, kala itu.


Di warung bakso yang sedang sepi itu, banyak kisah yang terlontar. Kami pun membuat perumpaan coklat sebagai penerimaan cinta dan mengkudu sebagai penolakan cinta. Tapi biarlah kami bertiga menyimpan kisah lengkapnya.


Ada satu cerita yang aku hampir tidak percaya jika itu nyata. Salah satu dari kami bercerita tentang kisah sebelum akad nikah. Seorang penghulu bertanya kepada seorang m…

Catatan akhir kuliah

Tak ada maksud untuk membanggakan diri, aku hanya ingin berbagi pengalaman ketika menyelesaikan kuliah. Keinginan berbagi ini berawal dari sebuah kisah yang menurutku tragis, yang kudengar dari seorang teman.
Penyesalan selalu datang belakangan dan aku tak ingin penyesalan itu menghampiri orang-orang terdekatku.

Temanku itu bercerita tentang seorang mantan aktivis kampus yang menjadi office boy. Karena ia gagal menyelesaikan kuliahnya sampai tuntas, ijazah sarjana tak pernah ia dapatkan. Saat kuliah ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan namun ia harus melepas status mahasiswanya karena masa studinya sudah habis. Memang tidak ada salahnya bekerja sebagai office boy namun dengan potensi yang ia punya, sesungguhnya ia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik jika saja ia tidak salah langkah.


Tidak sedikit mantan mahasiswa yang serupa dengannya bersembunyi dibalik kesibukan berorganisasi atau pekerjaan untuk membenarkan keputusannya. Padahal pada umumnya, kuliah merupakan amanat orangtu…

Ibu yang baik: bekerja atau tidak

Sebenarnya ayah ibuku adalah orangtua yang paling hebat sedunia, tapi dulu ketika SD, aku pernah iri terhadap teman-temanku atas dua hal. Pertama, aku iri ketika hujan tiba-tiba,ada yang menjemput teman-temanku sambil membawakan payung sementara aku harus menumpang payung temanku yang lain karena tak ada yang menjemputku. Kedua, aku iri ketika sakit sedikit saja temanku boleh tidak masuk sekolah sementara jika hanya sekedar tak enak badan, aku harus tetap sekolah.


Sekarang aku berkesempatan untuk mengajar murid SD. Meskipun kami bertemu hanya satu setengah jam dalam dua kali seminggu, aku sedikit tahu tentang latar belakang mereka. Ada muridku yang tinggal berdua saja dengan ayahnya, sementara ibunya bekerja di daerah lain dan mereka bertemu sebulan sekali. Ada muridku yang harus menjaga adiknya sepulang sekolah karena sulitnya mencari pembantu sementara ayah dan ibunya bekerja. Ada yang orangtuanya bekerja setiap hari dan mereka hanya bertemu ketika malam hari tapi ada juga yang ibuny…

Nikah Tercatat

Saat kuliah beberapa tahun yang lalu, seseorang pernah meminta saran atas hal yang mungkin tak pernah kupikirkan. Ketika itu aku sedang menunggu dosen, seseorang menghampiriku dan setelah sedikit berbasa-basi, ia bercerita bahwa ada seorang laki-laki yang ingin menikahinya namun karena mereka masih sama-sama kuliah, laki-laki itu meminta mereka nikah siri alias nikah sembunyi-sembunyi dan tanpa dicatat KUA. kemudian aku berkata padanya kalau aku tidak memiliki pengetahuan tentang itu namun ia terus memaksa agar aku berpendapat. Akhirnya aku memberikan sebuah pertanyaan untuk ia renungkan. Jika suatu saat kalian mengalami masalah dan tanpa terduga kamu hamil dan melahirkan anak, apa jaminannya kamu dan anak kamu akan mendapatkan hak-hak kalian?


Kemudian setelah tahun-tahun berganti, aku diajak ibuku mengikuti seminar tentang pentingnya pencatatan pernikahan. Saat itu ada tiga orang pembicara yang pakar dalam hukum positif, hukum Islam, dan perempuan. Dari diskusi yang terjadi, aku tahu…