Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari September, 2009

JEJAK MASA LALU DALAM KISAH KE-2

Berangkat dari masa lalu aku kini kemudian sejenak berhenti untuk mengenang yang sudah terlewati. Kutuliskan rangkaian kalimat-kalimat ini sekedar mengingatkan bahwa aku tak ingin terlupakan. Ini adalah sepenggal cerita tentang kisah hari Sabtu, 19 September 2009, buka puasa terakhir Ramadhan 1430H.


Berawal dari info yang terekam dalam forum diskusi fesbuk teman-teman SMA yang sempat sekelas denganku selama dua tahun yaitu di kelas 1.3 dan 2.3. Lalu diperjelas dengan pesan yang kuterima dari Asni melalui media yang sama. Buru-buru aku menanyakan nomor HP padanya karena aku tak ingin terlewatkan. Meski setelah tahu tempat di mana tempat pertemuannya, aku sempat bingung bagaiman caranya untuk sampai ke sana.

Kemudian ada info lagi tentang perpindahan tempat pertemuan. Aku sedikit lega karena lokasi yang kedua tersebut biasa dilewati oleh angkot Sukarame. Dengan mengumpulkan keberanian, kuputuskan untuk berangkat sendiri, maklum tak ada yang mengantar. Aku juga sempat bertanya pada seor…

JEJAK MASA LALU DALAM KISAH KE-1

Berangkat dari masa lalu aku kini kemudian sejenak berhenti untuk mengenang yang sudah terlewati. Begitu banyak kenangan yang tersimpan meski tak semua terkatakan kemudian kutuliskan kalimat demi kalimat ini sekedar mengingatkan bahwa aku tak ingin terlupakan.

Aku sangat antusis ketika mengetahui akan ada acara buka puasa bersama teman-teman seangkatan. Awalnya tahu dari Ika lalu ku cari kejelasannya lewat Elina. Ternyata tanggal 13 September 2009 diputuskan sebagai waktu untuk Pemerintahan 2000 berkumpul.


Singkat cerita, aku berangkat ke lokasi acara tidak sendiri. Ada Elina dan suaminya yang berbaik hati mengajak aku dan Irma menumpang mobilnya. Sesampainya di sana, sudah banyak teman yang berkumpul. Aku sempat merasa malu karena ada yang mengomentari tentang berat badanku. (Wah, baru turun beberapa kilo aja sudah heboh, perjuanganku kan masih panjang. Hehe). Yang hadir saat itu antara lain Dini, Maria, Tika, Dwi, Siska, Yona, Irma, aku, sepasang suami istri Darma dan Ami, sepasang…

Menikmati Malam

Bulan berani menampakkan wajahnya.
Bintang tak enggan memperlihatkan senyumnya.
Sinar-sinar lampu kuasa menunjukkan keindahannya.
Mengapa masih meminta mentari terbit di malam hari?
Cukup menikmati malam apa adanya.
(Puncak Cipanas, 30 Agustus 2009)