Kamis, 20 Agustus 2009

Panggilan Sayang

Saat kesal dengan murid-murid yang bandel, sering keluar ucapan tertentu untuk mereka. Bukan kata yang berasal dari nama-nama hewan tentu saja. Aku sering menambahkan kata honey di belakang kalimat perintah yang diucapkan dengan suara yang lebih kuat dari biasanya, misalnya, “Hei listen, Honey!”, “Jangan tidur dong, Honey!”, “Open your book, Honey!”, dan sebagainya. Bahkan aku sering berlebihan dengan menyebutkan honey bunny sweety darling di awal maupun di akhir kalimat, tujuannya agar menarik perhatian mereka tanpa menyakiti perasaan.


Panggilan honey sebenarnya tidak ditujukan ketika aku kesal saja, beberapa temanku pernah ada yang aku panggil dengan honey, sweety, dan darling untuk mengakrabkan suasana. Aku juga punya panggilan khusus untuk adik-adikku, Mul untuk adik perempuanku dan Bi2 untuk adik laki-lakiku..

Dulu, aku pernah dipanggil dengan sebutan ibu guru padahal saat itu belum jadi ibu guru, pernah juga dipanggil ummi, sister in law, dan sister. Sedangkan sekarang ada yang memanggilku dengan say, bunda, teteh, dan cici’. Dan memang hanya orang-orang tertentu saja yang memanggilku demikian. Dari semua itu, aku paling tidak suka dipanggil dengan sebutan Jeng karena jadi teringat dengan Jeng Kelin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...