Rabu, 25 Februari 2009

Menanti Hari

(Puisi ini dibuat berbarengan dengan puisi sendiri mendulang sepi. Suasana hatiku juga sama, lagi bete berat.)
Menanti Hari
By: Lilih Muflihah

Kala bulan tak berarti
Mentari yang kan mengganti
Tapi kala awan ditinggal peri
Hujan berjumpa sepi
Senyum segera berlari
Asa berteduh menunggu arti
Meniti lembut cahaya pelangi
Meminta hari menjemput mimpi
Bertemu rasa yang menanti

31 Januari 2009

3 komentar:

  1. ehm...ehm..menanti hari apa tuh mbak^_~

    ada hubungannya dg obrolan kmrn??hihihi....

    just kidding mbak...ternyata melankolis jg mbak ini...

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...