Sabtu, 03 Januari 2009

Lumba-lumba II

Lumba-lumba itu lucu dan menyenangkan tapi apa yang terjadi jika lumba-lumba terluka? Lumba-lumba ini hanya perumpamaan. Setiap orang memiliki masalah termasuk orang yang secara kasat mata tampak selalu ceria dan bahagia. Bahkan ada orang yang pandai menyimpan rahasia begitu rapi, mampu menyembunyikan rasa tanpa ada seorangpun yang menyadari, tak pernah terdengar tangis, tampak tegar padahal ia sedang berhadapan dengan monster masalah yang menyebalkan. Kegagalan demi kegagalan bisa membuat orang yang lembut menjadi ganas atau lebih ekstrimnya, kegagalan bisa membuat orang memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Kondisi emosional itu bersifat menular seperti penyakit. Jadi terlalu beresiko menampakkan diri seolah menjadi orang termalang sedunia karena orang lain bisa terinfeksi, kesal, dan mati karena itu. Akan lebih menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain jika tak menghakimi Allah atas apa yang terjadi. Tidak ada ruginya menjadi orang baik yang selalu merasa bahagia, bersyukur atas setiap nikmat yang ada, bersabar terhadap harapan yang belum terwujud, dan berprasangka baik terhadap takdir Allah.

Mungkin kita ditakdirkan menikmati jalan berliku tapi bukankah sejauh ini kita mampu menjalaninya dengan sukses? Mungkin selama ini kita kurang berkemauan kuat, harus lebih kerja keras, dan memperbaiki keteguhan hati. Bukankah Allah bergantung pada persangkaan hamba-Nya? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...