Minggu, 18 Januari 2009

LUKA DI CHAMPS ELYSEES




Judul : LUKA DI CHAMPS ELYSEES
Penulis : Rosita Sihombing
Penerbit : Lingkar Pena Kreativa
Terbit : Agustus 2008
Jumlah Halaman : 198 hlm
Peresensi : Lilih Muflihah

Indonesia ternyata masih merupakan pengekspor TKW terbesar di dunia dan masalah TKW kayaknya memang gak pernah habis ceritanya, kemiskinan membuat sebagian perempuan di Indonesia memilih bekerja di luar negeri tanpa berpikir panjang. Tidak sedikit yang pergi berharap kebahagian namun pulang dengan luka. Nah rupanya Rosita Sihombing tergugah untuk mengangkat tema sosial tersebut menjadi sebuah novel yang berjudul Luka di Champs Elysees. Novel ini berkisah tentang seorang TKW bernama Karimah yang bekerja di Riyadh kemudian memutuskan untuk melarikan diri saat ia dibawa majikannya berlibur di Paris, menghilang di jalan Champs Elysees.

Ceritanya ketika Karimah masih bekerja dengan majikannya di Riyadh, ia diperlakukan dengan kejam oleh majikannya dan saat terlepas dari majikannya ia pun harus menghadapi kekejaman lainnya. Ibaratnya keluar dari mulut buaya masuk mulut singa. Di Paris inilah dia mengalami petualangan yang tragis sebagai penduduk ilegal yang harus kehilangan bayinya, hasil buah cintanya dengan lelaki yang tidak pernah menikahinya. Novel yang ditulis oleh penulis asal Lampung ini mengambil seting Perancis, Riyadh, dan Indonesia. Meski Alur cerita yang digunakan adalah maju mundur, penulisnya berhasil membuat cerita novel ini mengalir. Apalagi bahasa yang digunakan mudah dimengerti. Inilah novel pertama yang aku baca gak pake jeda.

Tapi ada beberapa yang agak kurang, misalnya penulis kurang bisa memilih bercerita sebagai tokoh aku atau narator. Tokoh-tokoh dalam cerita juga kurang dieksplorasi. Meskipun demikian novel ini tetap menarik untuk dibaca karena pembaca akan dimanjakan dengan seting tempat yang memesona Penulis yang merupakan lulusan Universitas Lampung ini sangat piawai menggambarkan keindahan kota Paris sehingga membuat pembaca serasa berada di sana.

(Aku pernah ketemu sama mbak Ita –panggilan untuk Rosita-dan anehnya aku berasa udah lama kenal mungkin karena satu almamater ya. Mmm...anak mbak Ita manis banget, dia punya suami orang Perancis terus tinggal di Perancis juga. Wah beruntung banget. Jadi kepingin. Hehe...) :))

4 komentar:

  1. wah... mau ikutan lomba resensi yak? haha...

    BalasHapus
  2. Ya.....ya.... lilih ya.....ya.....ya....ya......ya.....

    BalasHapus
  3. Novel dan resensi yang bagus.... Semoda semakin banyak karya penulis Indonesia yang berkualitas.... Oya, maksudnya jadi pengen apa ya mbak??? hehehe... Salam kenal

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...