Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Januari, 2009

LUKA DI CHAMPS ELYSEES

Judul : LUKA DI CHAMPS ELYSEES
Penulis : Rosita Sihombing
Penerbit : Lingkar Pena Kreativa
Terbit : Agustus 2008
Jumlah Halaman : 198 hlm
Peresensi : Lilih Muflihah

Indonesia ternyata masih merupakan pengekspor TKW terbesar di dunia dan masalah TKW kayaknya memang gak pernah habis ceritanya, kemiskinan membuat sebagian perempuan di Indonesia memilih bekerja di luar negeri tanpa berpikir panjang. Tidak sedikit yang pergi berharap kebahagian namun pulang dengan luka. Nah rupanya Rosita Sihombing tergugah untuk mengangkat tema sosial tersebut menjadi sebuah novel yang berjudul Luka di Champs Elysees. Novel ini berkisah tentang seorang TKW bernama Karimah yang bekerja di Riyadh kemudian memutuskan untuk melarikan diri saat ia dibawa majikannya berlibur di Paris, menghilang di jalan Champs Elysees.

Ceritanya ketika Karimah masih bekerja dengan majikannya di Riyadh, ia diperlakukan dengan kejam oleh majikannya dan saat terlepas dari majikannya ia pun harus menghadapi kekejaman lainnya. Ibaratny…

Israel, kok gitu sih?

Jalur Gaza, Palestina. Dalam desingan mortir Israel laknatullah yang mencabut nyawa begitu banyak suhada. Tak terhitung korban luka dan cacat anggota tubuhnya. Gedung-gedung rata dengan tanah. Jerit tangis sakit dan kehilangan tak terperi. Semoga dalam hati kita, dalam sujud kita, dalam do’a kita masih tersebut mereka saudara-saudara kita yang terhempas hak-haknya.

Begitulah isi SMS yang dikirmkan oleh seorang teman tepat saat tahun baru 1430H. Aku geram mendengar kebiadaban Israel yang semakin hari semakin menjadi dan aku sebal melihat reaksi PBB yang biasa saja padahal katanya penjaga perdamaian dunia. Jahat banget sih mereka!

Israel bilang mereka akan terus menyerang rakyat Palestina sampai Hamas dilumpuhkan. Kekuatan Hamas mungkin bisa dilumpuhkan tapi kekuatan Allah tak kan tertandingi. Hey, bukannya Allah tak mendengar do’a kita. Jika Allah berkehendak Allah dengan mudah menghancurkan musuh-musuh Islam tapi setiap takdir yang terjadi akan selalu ada hikmahnya. Mungkin ini sarana u…

Monyet dan Kacang Polong

Seorang monyet sedang membawa 2 genggam kacang polong. Sebutir kacang polong kecil jatuh dari genggamannya. Ia mencoba memungutnya tetapi malah menjatuhkan 20 butir kacang polong. Ia mencoba memungut kedua puluh kacang polong itu, tapi ia malah kehilangan semua kacang polong yang ada di genggaman tangan kanannya kemudian ia kehilangan kendali amarahnya, menyerakkan seluruh kacang polong yang tersisa ke segala arah dan pergi. (Fables, Leo Tolstoy 1828-1910)

Tanpa disadari terkadang apa yang dilakukan monyet dalam cerita tadi, dilakukan juga oleh manusia,yang lebih sempurna dari monyet. Tidak ada salahnya tak ambil pusing dengan apa yang luput dari genggaman. Tak perlu menangisi kegagalan samapai mata sembab, tak perlu banyak makan untuk menghilangkan stres, tak perlu melakukan hal-hal berlebihan yang malah akan memperburuk keadaan.

Katakan saja bahwa aku rela hari ini 1 keberuntunganku luput tapi aku masih memiliki banyak keberuntungan dalam genggaman dan akan kujaga itu. Semoga lain wa…

Lumba-lumba II

Lumba-lumba itu lucu dan menyenangkan tapi apa yang terjadi jika lumba-lumba terluka? Lumba-lumba ini hanya perumpamaan. Setiap orang memiliki masalah termasuk orang yang secara kasat mata tampak selalu ceria dan bahagia. Bahkan ada orang yang pandai menyimpan rahasia begitu rapi, mampu menyembunyikan rasa tanpa ada seorangpun yang menyadari, tak pernah terdengar tangis, tampak tegar padahal ia sedang berhadapan dengan monster masalah yang menyebalkan. Kegagalan demi kegagalan bisa membuat orang yang lembut menjadi ganas atau lebih ekstrimnya, kegagalan bisa membuat orang memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Kondisi emosional itu bersifat menular seperti penyakit. Jadi terlalu beresiko menampakkan diri seolah menjadi orang termalang sedunia karena orang lain bisa terinfeksi, kesal, dan mati karena itu. Akan lebih menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain jika tak menghakimi Allah atas apa yang terjadi. Tidak ada ruginya menjadi orang baik yang selalu merasa bahagia, bersyukur atas se…

Lumba-lumba I

Saat kuliah S1 dulu, aku pernah ikut pelatihan analisis sosial politik. Di salah satu sesi, pemateri meminta peserta untuk mengidentifikasikan dirinya dengan 1 benda. Salah seorang temanku mengidentifikasikan dirinya sebagai lilin, ia rela memberi cahaya kepada sekelilingnya meski ia sendiri meleleh. Hebat banget dia, rela berkorban untuk kebahagian orang lain.

Kala itu saya bingung tapi kemudian terlintas dalam pikiran tentang lumba-lumba. Dengan sedikit mengarang indah ku ungkapkan alasan mengapa aku mengidentifikasikan diri seperti lumba-lumba. Aku katakan bahwa lumba-lumba itu lucu, cerdas, ramah, dan menyenangkan sepertiku. Haha.... Tapi beberapa peserta lainnya tertawa sepertinya mereka mengejekku, kemudian aku tersadar lumba-lumba kan gemuk kayak badanku. Uh, padahal kan aku tidak bermaksud mempermalukan diri sendiri. 

Tanpa sengaja, setelah sekian lama tak jumpa, akhirnya aku bertemu dengan salah satu peserta pelatihan itu. Saat kami bertukar nomor telepon, ketahuan deh kalau …

VIRUS RAMAL

Aku pernah Praktek Kerja Lapangan (PKL) di sebuah kantor kecamatan. Tidak ada yang berbeda dari kantor pelayanan publik pada umumnya. Ada pegawai yang sibuk, ada yang nyantai, ada yang rajin, ada yang malas, bahkan ada yang datang ke kantor hanya saat gajian. Suatu ketika aku sedikit terperangah kedatangan pegawai yang sangat jarang masuk kantor, dia datang kalau dia mau saja. Enak banget kan? Meski demikian para pegawai lainnya tampak segan terhadapnya. Kemudian aku tahu bahwa selain sebagai PNS, ia juga berprofesi sebagai paranormal.

Di sebuah ruangan dia duduk bersebrangan dengan tempatku duduk. Lalu ada dua orang tamu berbadan besar, berkulit gelap, menghampirinya dan mereka pun berbincang sebentar. Setelah itu ada seorang pegawai wanita yang meminta untuk diramal kemudian aku ditawarkan untuk turut diramal tapi aku menolak dengan diam dan senyuman. Aku tak tertarik tapi sepertinya dia berusaha memancing perhatianku dengan mengatakan bagaimana karakter aku dan perasaanku saat itu. …

KUE STIK KEJU

Bahan-bahan:
 4 butir telur
 500 gr tepung ketan
 Garam secukupnya
 1 bungkus kaldu ayam bubuk
 50 gr keju parut
 25 gr margarin
 2 sdm air

Cara membuatnya:
1. Kocok telur hingga mengembang
2. Campurkan tepung ketan, kaldu bubuk, garam, dan keju, aduk rata. Masukkan dalam telur, tambahkan margarin dan air, uleni hingga kalis.
3. Giling adonan lalu potong memanjang sebesar batang korek api
4. Masukkan dalam minyak dingin dan lakukan pada semua adonan. Goreng hingga kekuningan dan matang, angkat kemudian tiriskan.

Kalau di rumah lagi sendirian dan ngerasa bosan, gak ada salahnya main ke dapur, nyoba buat kudapan. Nah stik keju ini enak banget, buatnya juga mudah. Iseng-iseng aja. Tapi hati-hati ya buat yang punya masalah berat badan cz dijamin ketagihan, lagi dan lagi.