Jumat, 17 Oktober 2008

Hadiah Ikan


By: Han-Fei-Tzu, Filsuf Cina

Kung-yi Hsiu, perdana menteri Lu menggemari ikan, orang-orang di seluruh daerah itu dengan hati-hati membeli ikan yang mereka berikan padanya. Namun demikian, Kung-yi tidak bersedia menerima hadiah seperti itu. Saat melihat tindakan seperti itu, adik lelakinya mengeluh dan berkata: “Kau jelas-jelas suka ikan. Mengapa kau tidak mau menerima hadiah ikan?” Sebagai balasan, ia berkata, “Justru karena aku suka ikan, aku tak bersedia menerima ikan yang mereka berikan padaku. Jika aku menerima ikan itu, aku malah akan berutang budi kepada mereka. Setelah aku berutang budi kepada mereka, kapan-kapan aku harus membengkokkan hukum. Jika aku membengkokkan hukum, aku akan dipecat dari jabatanku mungkin saat itu aku bahkan tak bisa membeli ikan sendiri. Sebaliknya, jika aku tidak menerima ikan dari mereka dan tidak dipecat dari jabatanku, mengingat aku amat menggemari ikan, aku bisa membelinya sendiri.”

(Kisah ini kuhadiahkan pada Ijal, Rahma,dan Redha atas perbincangan singkat kita di rumah sakit kemudian juga kuhadiahkan untuk Bang Rio, Kak Dibyo, dan Teh Irma yang jadi Caleg dari partai masing-masing. Kalau boleh aku meminta, maka ingatlah bahwa kekuasaan laksana api yang sangat bermanfaat namun jika tidak hati-hati akan menghanguskan segalanya)

1 komentar:

  1. ruuuuuuuuuuuuuar biasa, sedikit perbincangan dapat dirangkai jadi sebuah cerita bermakna, mba' didalam kepalaku ada riuh rendah gempita suara, ungkapan kagum pada kata2 yang kau rangkai dengan manisnya he3...

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan tinggalkan jejak.

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun,  Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan ora...