Sabtu, 03 Desember 2016

Ada Kopi, Lomba, dan Keseruan di Lampung Coffee Festival 2016


Setiap hari saya selalu menyuguhkan kopi untuk suami tercinta. Aroma kopi memang tak ada duanya. Kopi di pagi hari menyegarkan tubuh, kopi di siang hari menghilangkan kantuk, kopi di malam hari menghangatkan.

Kamis, 24 November 2016

Bicara tentang Cinta

Oleh: Lilih Muflihah


Cinta memang sulit untuk ditebak. Cinta itu seperti udara yang tak tampak tapi dapat dirasa, dalam setiap tarikan nafas, cinta masuk memenuhi rasa dan raga. Konon kabarnya saat cinta masuk dalam hidupmu, dia akan mengerakkan tubuhmu, mengetarkan hatimu, menyibukkan pikirmu, mendobrak semua pintu kekakuan dirimu dan cinta juga bisa menjinakkan egomu, menguburkan keluh kesah mu, mengelukan lidahmu bahkan menciutkan nyalimu. Cinta yang hadir bisa membawa perubahan ke arah positif atau negatif, yah bergantung pada di mana cinta berlabuh.

Kamis, 10 November 2016

Kisah Bertemu Buku



Oleh: Lilih Muflihah

Koleksi buku saya tidak banyak, hanya beberapa dan hampir seluruhnya saya beli sendiri. Ada beberapa yang merupakan hadiah. Kalau bicara tentang buku, tidak bisa terlepas dari yang namanya toko buku dan jika sudah berada di toko buku, saya terkadang lupa waktu. Melihat hamparan buku yang begitu banyak seolah saya melihat sungai yang jernih dan saya ingin sekali berenang di sana.

Jumat, 28 Oktober 2016

Siomay Gabus

Oleh Lilih Muflihah

Seperti biasa, pagi hari adalah waktu paling sibuk bagi saya. Setiap pagi saya harus masak, menyiapkan bekal anak dan suami, memandikan si bungsu (kalau memandikan si sulung itu tugas abinya), serta mempersiapkan diri untuk pergi ke tempat kerja bersama anak dan suami. Seringkali meski sudah bangun sebelum subuh, ada saja hal-hal di luar dugaan yang menambah pekerjaan baru, seperti si sulung yang tiba-tiba menggelar semua mainannya, si bungsu yang bangun lebih awal dan mengajak main, atau duo kakak beradik itu kompak minta perhatian lebih, dan sebagainya.

Selasa, 18 Oktober 2016

Tips bijak membaca dan membagi artikel

Oleh: Lilih Muflihah

Sedih dan kecewa, ternyata dia dengan mudah terlena dengan artikel, bahkan dengan sadar berbagi artikel yang berbau fitnah, mengumbar keburukan orang lain bahkan dibumbui. Lidah memang tak bertulang tapi jari-jari yang mengetik dan mengirim banyak hal lewat media sosial kan bertulang. Kemanakah hati dan pikirnya? Bijaklah membaca dan membagi berita. Apa yang dikirim lewat media sosial akan terus ada selama siempunya tak menghapusnya bahkan facebook pun memberitahukan peristiwa yang sudah terjadi setiap harinya.

Saya memang bukanlah orang hebat. Saya juga tidak terkenal tapi saya sedih saat orang yang hebat dan terkenal ikut serta berbagi artikel bohong dan membela kebohongan. Tak sadarkah bahwa di sana, mereka mandi uang, hasil artikel yang mereka buat? Sementara kita di sini terpecah belah, terbawa arus informasi yang salah, dan bahkan ada yang sukarela membuat kubangan pasir hisap yang menjerumuskan banyak orang ke dalamnya.