Selasa, 12 September 2017

Beberapa hal yang perlu dketahui untuk Mencegah Stunting



Oleh Lilih Muflihah


Tabik pun,

Pagi yang indah di hari Selasa, tanggal 12 September 2017, Direktorat Kemitraan Komunikasi Kementrian Komunikasi dan Informasi mengadakan acara yang keren banget, dengan tema “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam Penurunan Prevalensi Stunting.” Bahagia sekali saya bisa mengambil bagian di acara ini. Saya senang karena banyak pengetahuan yang saya dapatkan dan dengan senang hati saya bagikan. Simak ya.

Berawal dari info di WA Tapis Blogger, saya sangat antusias untuk ikut acara ini. Saya sangat penasaran dengan tema yang diambil. Stunting itu apa? Dalam pikiran saya saat itu. Yah saya akui memang saya agak sedikit kudet, yang saya tahu stuntman. Hehe… Selain itu saya juga penasaran dengan Mba Mira Sahid. Merupakan suatu kebahagiaan bagi saya bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang selama ini hanya saya lihat di dunia maya.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Antara Bandar Lampung dan Kalirejo


Ibu saya merupakan anak pertama dari 9 bersaudara. Sebenarnya anak nenek ada 13 tapi yang hidup hanya 9 orang. Untuk mempererat tali silaturahim, kami mengadakan arisan keluarga yang anggotanya adalah adik-beradik ibu saya beserta anak-anak mereka. Kami memang keluarga besar. Karena nenek dan kakek sudah tiada, kami memang jarang berkumpul. Setahun sekali bertemu jadilah, untuk melepas rasa rindu, berbagi cerita dan pengalaman. Apalagi keluarga besar kami tersebar di berbagai daerah baik itu di Lampung maupun di luar Lampung.

Idul fitri tahun ini ibu saya yang menjadi tuan rumah arisan namun saya tidak akan bercerita tentang kisah arisan di Bandar Lampung. Saya akan berbagi kisah arisan tahun yang lalu. Tahun lalu, sepupu saya yang di Kalirejo, Lampung Tengah yang menjadi tuan rumah.

Perjalanan dimulai dari Bandar Lampung, dari rumah ibu saya. Kami menyewa mobil. Sebenarnya, bukan kali pertama kami ke sana. Beberapa kali kami pernah ke sana. Itu adalah perjalanan terjauh pertama bagi anak kedua saya. Perjalanan ke sana memakan waktu kurang lebih dua jam. Saat itu anak saya belum genap setahun dan kakaknya hanya berjarak setahun setengah lebih tua dari adiknya. Rentang usia  yang dekat antara kakak dan adik memang sedikit merepotkan. Butuh kerjasama antara ayah dan ibu. Tentu saja saya juga harus mempersiapkan segala keperluan kakak beradik itu dengan baik agar perjalanan menjadi nyaman. Oia saya ingat cerita dosen saya, jadi saat mereka dalam perjalanan, bayi yang bersama mereka menangis keras. Ternyata bukan karena lapar atau haus tapi si bayi merasa gerah. Nah saya ingat akan hal itu, saya pakaikan pakaian yang menyerap keringat dan tidak tebal pada anak-anak. Selain itu ada beberapa perlengkapan yang memang harus dibawa saat dalam perjalanan.


Perlengkapan yang harus dibawa saat berpergian dengan bayi dan batita:
  • Untuk si adik, ASI perah beku dalam botol yang ditaruh dalam wadah yang bisa menahan dingin.
  • Untuk si kakak, susu kotak UHT
  • Termos berisi air panas 
  • Gelas plastik untuk merendam botol ASI perah
  • Popok, tisu basah,  dan losion bayi
  • Tisu kering atau handuk kecil
  • Pakaian ganti
  • Makanan bayi untuk si adik
  • Cemilan untuk si kakak
  • Kantong plastik

Sebelum berangkat kami sudah memutuskan untuk ke Kalirejo lewat Pringsewu. Melewati daerah Kemiling kemudian perbatasan Bandar Lampung dan Pesawaran. Melewati Gedong Tataan dan Gading Rejo. Perjalanan kali itu sungguh saya nikmati, apalagi setelah menikah, saya memang sudah jarang sekali melakukan perjalanan jauh. Saya jadi ingat, dulu saat kecil, saya sering bersama almarhum ayah pergi ke Talang Padang mengendarai motor Vespa. Ke Talang Padang juga melewati jalan ke arah Pringsewu. Motor vespa itu sudah dijual dan sekarang berada di rumah tujuan perjalanan kami.
Tugu Selamat Datang Pringsewu
Sumber https://ridhoisnanto01stmikpringsewu.wordpress.com

Saat masuk wilayah Pringsewu ada tugu selamat datang yang berupa bambu kuning yang melengkung. Pringsewu artinya seribu bambu. Pringsewu merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Lampung, hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Selatan. Melewati Pringsewu mengingatkan saya akan sebuah kenangan. Saya pernah diajak untuk menghadiri sebuah acara kemudian selesai acara, kami dan rombongan lainnya mampir bertemu dengan bupati dan istrinya. Pernyataan saya ini sungguh tidak ada unsur politik, saya hanya kagum dengan istri bupati yang begitu ramahnya mempersilakan kami masuk dan menyuruh kami makan. Dia tidak canggung makan bersama dengan banyak orang dengan duduk di lantai dan menggunakan tangan untuk menyuap, tidak menggunakan sendok maksud saya. Dari sorot matanya dan gerak tubuhnya, dia tampak sederhana, tidak terkesan dia adalah orang penting yang harus kami sanjung.


Tugu at
Sumber: http://mtktik.blogspot.co.id

Perjalanan terus berlanjut. Kami sempat berhenti di pasar Kalirejo karena sedikit lupa dengan arah tujuan. Setelah ingat, kami melanjutkan perjalan. Sebelum sampai tujuan kami disuguhi pemandangan bata-bata bertumpuk di sekitar rumah-rumah penduduk. Di daerah yang kami lewati juga ada kerupuk-kerupuk yang dijemur di depan rumah-rumah penduduk. Kalirejo merupakan salah satu kecamatan di Lampung Tengah yang penduduknya ada yang memproduksi bata, genteng, dan kerupuk, skala rumah tangga.

Kemudian sampailah kami di tempat tujuan. Tempat yang masih sama dengan sedikit perubahan di sekitarnya. Masih sama karena saya masih menjumpai orang yang membuat bata di rumah mereka. Sedikit berbeda karena rumah sepupu sudah direparasi. Sambutan hangat dari sepupu dan suaminya. Kami disuguhi makanan dan minuman. Keluarga besar berkumpul dan arisan dimulai.

Saya memang tidak terlalu akrab dengan sepupu karena jarak yang memisahkan kami sehingga hanya sesekali saja menyapa lewat telepon, hanya sesekali saja berbagi cerita lewat pesan singkat. Namun saat kami bertemu, ada kerinduan yang terobati. Setelah sekian lama tidak berjumpa, memang pertemuanlah yang menjadi hujan setelah kemarau. Sepupuku itu adalah ibu dari tiga orang anak laki-laki. Ketegaran dan kesabarannya sudah teruji saat anaknya yang ketiga harus bolak balik ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan kemoterapi. Ibu yang mana yang tidak sedih jika anaknya sakit namun seorang ibu sangatlah hebat, menyembunyikan keletihan dan kesedihannya di depan semua orang, berjuang tanpa kenal menyerah, apapun dilakukan demi kesembuhan anaknya. Dia secara langsung maupun tidak langsung memotivasi diri saya untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi.

Setelah arisan selesai, kami melanjutkan perjalanan ke rumah sepupu ibu saya yang tempat tinggalnya masih di kecamatan yang sama. Karena masih suasana Idul Fitri, kami menyempatkan diri untuk singgah. Di sana kami disuguhi makanan khas lebaran. Tak ada yang spesial karena sajian lebaran memang umum begitulah adanya. Namun ada satu makanan yang istimewa. Bukan karena jenis makanan yang aneh tapi karena makanan itu dibuat oleh suami sepupu ibu saya. Jika sudah pernah makan tape ketan pasti tahulah bagaimana rasanya. Apa istimewanya? Beberapa tahun terakhir sepupu ibu saya terkena diabetes, puncaknya telapak kakinya harus sedikit diamputasi. Keadaan itu membuat, sepupu ibu tidak bisa lagi beraktifitas dengan normal. Beberapa aktivitas harus dibantu oleh suami dan anak-anaknya. Dan sang suami membuktikan rasa cintanya dengan menggantikan istrinya membuat tape ketan sebagai suguhan bagi para tamu yang datang. Cinta memang tak melulu harus dikatakan. Mereka adalah pasangan suami istri yang sudah berpuluh tahun mengarungi rumah tangga. Kata-kata cinta mungkin tak lagi terasa di hati, tapi pembuktian cinta lewat tingkah laku adalah hal yang begitu menyentuh hati.

Begitulah perjalanan saya dari Bandar Lampung ke Kalirejo. Memang bukanlah perjalanan yang panjang, namun jika kita memaknai setiap langkah perjalanan itu, maka perjalanan itu menjadi kenangan manis yang begitu bermakna. Semoga kelak jika saya melakukan perjalanan lagi, saya bisa mengabadikan lewat foto-foto yang saya ambil sendiri. Tulisan ini adalah Tugas Kelas Ngeblog Seru 2 bersama Naqiyyah Syam.



Selasa, 15 Agustus 2017

Memilih Ayam kampung yang Halal dan Baik



Oleh Lilih Muflihah

Tabik pun, 

Dunia sudah semakin mudah. Dulu bingung jika tidak bisa berkendara, jadi bergantung dengan orang lain. Sekarang mau kemana saja mudah ada ojek online bahkan bisa pesan yang mobil juga. Dulu bingung jika ada pakaian yang robek, sekarang ada mesin jahit portable yang lebih mudah digunakan untuk memperbaiki pakaian yang robek. Dulu memasak itu lama karena harus menyiapkan bumbu atau bahan masakan secara manual, sekarang ada alat untuk menggiling bumbu, atau memotong sayuran, dan yang lebih praktis lagi ada bumbu siap masak dengan berbagai jenis masakan.  Dulu harus ke pasar dulu jika mau beli sesuatu, sekarang tinggal gunakan telepon pintar untuk membeli, segala macam barang bahkan jasa tersedia tinggal pilih.

Senin, 14 Agustus 2017

Belajar Mendesain Blog: Tak Kenal Henti untuk Berusaha



Oleh Lilih MUflihah

Tabik pun,

Awalnya saya membuat blog adalah agar bisa mempublikasikan tulisan-tulisan saya. Saya juga ingin blog saya menjadi media belajar menulis, gaya kan? Hehe… Dulu saya juga tidak mempersoalkan tentang penampilan blog, yang penting enak dilihat. Kemudian saat senggang saya mulai melihat-lihat blog milik orang lain. Saya cukup tertarik dengan penampilan blog-blog yang banyak hiasannya. Saya mulai mencari tahu bagaimana mereka bisa menghiasi blog-blog tersebut. Saya mencoba bagaimana agar blog saya ditaburi dengan hujan salju, bagaimana agar tulisan bisa berjalan, bagaimana agar tulisan di blog bisa berkelap kelip, bagaimana menyisipkan gambar, dan sebagainya. Kala itu saya memang punya lumayan banyak waktu untuk mencari tahu dan mencoba-coba menghiasi tampilan blog. Apalagi didukung dengan adanya warung internet dekat rumah. Hasil trial and eror saya lumayan berhasil, setidaknya saya merasa puas dengan tampilan blog saya.

Jumat, 04 Agustus 2017

About Me

Saya Lilih Muflihah. Saya pernah penasaran dengan arti nama saya. Meskipun ada orang yang bilang apalah arti sebuah nama, bagi saya penting untuk mengetahui arti nama. Kemudian saya bertanya pada ayah saya yang kini sudah tiada. Ayah bilang, nama saya merupakan pemberian dari kakek, ayah, dan ibu. Ayah tidak menjelaskan secara spesifik apa arti kata Lilih. Beliau hanya bercerita bahwa dulu, saya hendak diberi nama Laili Muflihah tapi karena nama Laili yang berarti malam, sudah banyak digunakan akhirnya diganti menjadi Lili yang berarti bunga. Supaya namanya pas, jadilah Lilih Muflihah. Saya lupa bertanya lebih lanjut tentang kisah pemberian nama ini tapi menurut praduga saya, karena kakek adalah orang Sunda maka penambahan huruf H dalam kata Lili menjadi senada dengan Muflihah. Bisa dicek nama-nama orang Sunda misalnya Eha Soleha, Yayat Suhayat, Yana Sunarya, Engkos Koswara, dan sebagainya. Sementara kata Muflihah berasal dari Bahasa arab yang berarti beruntung. Kelahiran saya bisa dibilang merupakan keberuntungan karena selama hamil, ibu saya suka sakit-sakitan dan sebelumnya ibu saya pernah megalami keguguran. Kata ibu, saya lahir sebesar botol kecap, 2 kg saja. Ah jangan bandingkan dengan sekarang ya. Hehe…

Sabtu, 29 Juli 2017

3 Cara Mengatasi Masalah Kesehatan dan Keselamatan pada Anak

Tabik pun,

Setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai hari anak nasional. Berbagai masalah yang kerap terjadi pada anak tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Pemerintah, masyarakat, dan pihak lainnya sudah seharusnya saling bersinergi untuk menjaga anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa. Banyak kasus yang menyangkut masalah anak, mulai dari kekerasan pada anak sampai pada perdagangan anak. Merujuk pada berita republika online, disebutkan bahwa data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen. PPPA) menyebutkan jumlah kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak selama kurun waktu lima tahun terakhir sejak 2012 meningkat dari 18.718 menjadi 54.041 kasus pada Juni 2017 (http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/
17/07/07/ospj5j-jumlah-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-meningkat). Dari data tersebut kita bisa melihat bahwa anak tak luput dari objek kekerasan. Bahkan bentuk kekerasan terhadap anak pun banyak ragamnya. Dan yang mengerikan terkadang kekerasan yang terjadi dilakukan oleh orang terdekat anak. Semoga Allah melindungi anak-anak kita dan menjaga sikap kita sebagai orang tua atau orang dewasa yang bersama dengan anak-anak agar bisa menjaga dan merawat mereka dengan baik. Amin.

Selasa, 23 Mei 2017

5 Rahasia Menulis Novel ala Tere Liye


Cover Depan Tentang Kamu
Tabik pun,

Berawal dari informasi yang saya dapatkan dari grup wa Tapis Blogger, bahwa Tere Liye akan datang ke Lampung. Acara bedah buku itu merupakan rangkaian acara Festival Lampung Syariah (Flash) 2017 yang diadakan oleh Bank Indonesia. Jangan ditanya, saya begitu antusias. Apalagi Mall Boemi Kedaton (MBK), tempat penyelenggaraan acara tersebut tidaklah jauh.

Beberapa hal yang perlu dketahui untuk Mencegah Stunting

Oleh Lilih Muflihah Tabik pun, Pagi yang indah di hari Selasa, tanggal 12 September 2017, Direktorat Kemitraan Komunikasi K...